Label

Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Januari 2012

- Cerita Asal Gerabah


Menurut cerita pembuatan gerabah dimulai oleh dua orang yang dalam keadaan lapar mencari akal untuk membuat sebuah wadah untuk menampung dan memasak makanan yang melimpah. Kedua itu adalah Klau Kele Katar dan Teti Reket. Pada suatu ketika mereka medapati seekor serangga yang sementara kerja keras untuk membuat sarangnya. Sarang serangga tersebut merupakan wadah penampung yang edial dengan memperoleh imajinasi dari seekor serangga kedua orang tersebut berusaha mencari tahu bahan apa yang dipakai untuk membuat sarang tersebut. Dengan sabar kedua sahabat mengikuti gerakan serangga untuk mengumpulkan bahan pembuatan sarangnya. Akhirnya keduanya mendapatkan bahwa sang serangga membuat sarangnya dari Lumpur / tanah. Tempat tersebut dalam bahasa Tetun disebut Ke’e Ta’u, (Ke’e  = menggali; ta’u = Lumpur), setelah penemuan itu berkembanglah keterampilan membuat berbagai perabot dari tanah liat. Kedua penemu ini kemudian menurunkan kelompok suku Karasen di Webriamata yang terkenal sebagai kelompok pembuat gerabah.

Kamis, 26 Januari 2012

- MENGENAL ORANG BOTI


BOTI adalah sebuah desa kecil yang terletak di pedalaman wilayah Timor Tengah Selatan , Nusa Tenggara Timur. Orang Boti adalah orang Dawan (kelompok yang mendiami sebagian besar Timor bagian barat) dari Sub Kelompok Amanuban.

Kepala Suku ( Nune  Benu )
Hal yang istimewa dari orang Boti adalah ketangguhan mereka mempertahankan tradisi yang diwariskan oleh para pendahulu mereka. Sejak masuknya Agama Kristen di Timor pada awal abad ke 17 perubahan besar terjadi dalam kehidupan masyarakat terutama dalam hal kehidupan keagamaan. Banyak orang di permandikan menjadi Kristen dan sejak itu banyak tradisi warisan nenek moyang mulai ditinggalkan.

Kalau kita memasuki Boti kita akan tersentak menyaksikan sesuatu kenyataan yang hampir tidak dapat ditemukan lagi di pulau Timor. Orang Boti masih hidup dalam tradisi lama dengan menunaikan upacara – upacara keagamaan pada UIS NENO dan UIS PAH, Upacara siklus hidup (seperti kelahiran, perkawinan, kematian dll).
Mereka masih mempertahankan tradisi bertani secara tradisional dengan berbagai kearifan sehubungan dengan hutan, hewan liar, mata air, hewan ternak, tradisi menenun, menganyam, musik tari dan sebagainya;

Dalam mempromosikan, Pariwisata Pemerintah Daerah Timor Tengah Selatan telah menetapkan Boti sebagai salah satu tujuan wisata yang paling menarik. Hal ini telah menarik wisatawan dari berbagai belahan dunia yang dengan susah payah berjalan kaki, bersepeda motor atau dengan menggunakan kendaraan roda empat melewati punggung – punggung bukit dan menyebrangi sungai yang ganas pada musim hujan untuk mencapai Boti.