Menurut cerita
pembuatan gerabah dimulai oleh dua orang yang dalam keadaan lapar mencari akal
untuk membuat sebuah wadah untuk menampung dan memasak makanan yang melimpah.
Kedua itu adalah Klau Kele Katar dan Teti Reket. Pada suatu ketika mereka
medapati seekor serangga yang sementara kerja keras untuk membuat sarangnya.
Sarang serangga tersebut merupakan wadah penampung yang edial dengan memperoleh imajinasi dari seekor serangga kedua orang tersebut berusaha mencari
tahu bahan apa yang dipakai untuk membuat sarang tersebut. Dengan sabar kedua
sahabat mengikuti gerakan serangga untuk mengumpulkan bahan pembuatan
sarangnya. Akhirnya keduanya mendapatkan bahwa sang serangga membuat sarangnya
dari Lumpur / tanah. Tempat tersebut dalam bahasa Tetun disebut Ke’e Ta’u,
(Ke’e = menggali; ta’u = Lumpur),
setelah penemuan itu berkembanglah keterampilan membuat berbagai perabot dari
tanah liat. Kedua penemu ini kemudian menurunkan kelompok suku Karasen di
Webriamata yang terkenal sebagai kelompok pembuat gerabah.
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Jumat, 27 Januari 2012
Kamis, 26 Januari 2012
- MENGENAL ORANG BOTI
BOTI adalah sebuah desa kecil yang
terletak di pedalaman wilayah Timor Tengah Selatan , Nusa Tenggara Timur. Orang
Boti adalah orang Dawan (kelompok yang mendiami sebagian besar Timor bagian barat) dari Sub Kelompok Amanuban.
![]() |
| Kepala Suku ( Nune Benu ) |
Kalau kita memasuki
Boti kita akan tersentak menyaksikan sesuatu kenyataan yang hampir tidak dapat
ditemukan lagi di pulau Timor. Orang Boti
masih hidup dalam tradisi lama dengan menunaikan upacara – upacara keagamaan
pada UIS NENO dan UIS PAH, Upacara siklus hidup (seperti kelahiran, perkawinan,
kematian dll).
Mereka masih mempertahankan
tradisi bertani secara tradisional dengan berbagai kearifan sehubungan
dengan hutan, hewan liar, mata air, hewan ternak, tradisi menenun, menganyam,
musik tari dan sebagainya;
Dalam mempromosikan, Pariwisata Pemerintah Daerah Timor Tengah Selatan telah menetapkan Boti sebagai salah satu tujuan wisata yang paling menarik. Hal ini telah menarik wisatawan dari berbagai belahan dunia yang dengan susah payah berjalan kaki, bersepeda motor atau dengan menggunakan kendaraan roda empat melewati punggung – punggung bukit dan menyebrangi sungai yang ganas pada musim hujan untuk mencapai Boti.
Langganan:
Postingan (Atom)

